Showing posts with label Tahukah Anda. Show all posts
Showing posts with label Tahukah Anda. Show all posts

Tuesday, August 7, 2012

Mudik: Pulang Kepada Nilai Kemanusiaan Kita

Udik artinya kampung atau desa. Oleh sebab itu kita menyebut "mudik" untuk menggambarkan satu perjalanan pulang ke kampung halaman setelah sekian lama kita meninggalkannya. Meski secara spesifik tradisi mudik memang hanya terjadi di Indonesia tapi saya yakin "mudik" dalam arti luas mungkin juga terjadi di semua negara dengan adat dan agama mereka. Film "Home Alone" yang selalu diputar menjelang Natal misalnya sedikit banyak sebenarnya juga bercerita mudik ala barat. Orang Jepang juga mudik pada saat musim bunga sakura, mereka menyebutnya sebagai "golden week".

Sebenarnya secara naluri kita selalu suka atau bahkan butuh sewaktu-waktu sejenak kembali ke tempat darimana kita berasal. Itulah sebabnya secara naluri hampir semua orang pasti suka naek gunung. Bayangkan naek gunung itu sebenarnya capeknya ga ketulung, biayanya lumayan, bekalnya berat, ngatur waktunya susah, resikonya besar, dan semua itu hanya untuk sekedar melihat matahari terbit dari puncak gunung, atau menginap semalam dua malam di lerengnya. Kesenangannya apa? Saya menyebut naek gunung adalah "meninggalkan kehidupan duniawi sejenak". Meninggalkan hiruk-pikuk dunia yang melelahkan, meninggalkan teknologi, tak ada sinyal HP, tak ada televisi, tak ada listrik, kita kembali ke api, kayu bakar, tenda dan air mentah. Pergi ke gunung itu seperti menengok bagian bumi yang tak terjamah teknologi, tak dikotori polusi, lalu menyadari bahwa dunia adalah seperti itu sebelum berubah seperti sekarang ini.

Pun mudik. Meski sejatinya cuma sebuah tradisi bagi saya mudik adalah perjalanan ruhani. Jika naek gunung adalah untuk melihat "bagaimana alam ini sebelum seperti ini" maka mudik adalah untuk melihat "bagaimana kita dulu sebelum seperti sekarang ini". Mudik adalah istirahat sejenak setelah setahun penuh kita menjadi "robot" di perkotaan, perantauan. Untuk apa? Jika naek gunung adalah kembali "ke alam" maka mudik adalah kembali ke "kemanusiaan" kita. Sedikit banyak mudik adalah tentang nostalgia. Tentang masa kecil, tentang masa lalu, tentang tawa, tangis, bahagia, juga luka.
Dan tahukah anda? dunia inipun perantauan sesaat. Pada waktunya kita akan "mudik", kembali ke suatu tempat yang abadi. Dari sanalah kita berasal.   

Monday, April 19, 2010

Sejarah Aksara Jawa

Banyak bangsa beradab yang masih memanfaatkan tulisan gambar dalam tradisi tulis menulisnya. Bangsa Jepang yang maju industrinya masih memanfaatkan aksara kanjinya dalam tradisi komunikasi tertulisnya, demikian juga dengan Cina, Korea, negara-negara di Timur Tengah. Mengapa orang-orang Jawa bersikukuh dengan huruf latinnya, sementara mereka juga memiliki aksara Jawa? Kapan generasi muda dapat mem"feysen"kan aksara Jawa dalam pergaulannya seperti halnya terjadi negara-negara maju. Jepang begitu fashionable dengan kanji, Arab Saudi fashionable dengan huruf Arab, India yang maju industri filmnya juga fashionable dengan huruf Hindinya, dan sebagainya. Kalau saja aksara Jawa dapat digunakan seperti halnya aksara Hindi (India), mungkin kita telah maju selangkah lagi dalam pembudidayaan budaya lokal.
 Bahasa Jawa memiliki unsur-unsur yang sangat kompleks, antara lain: gramatikal, aksara, kosa kata, peribahasa, dasa nama, tata krama bahasa. Masing-masing unsur memiliki bagian-bagian yang lebih lengkap lagi. Aksara Jawa terdiri dari 20 huruf: ha na ca ra ka; da ta sa wa la; pa da ja ya nya; ma ga ba tha nga dengan 20 pasangannya.

 Aksara Jawa mengandung legenda di dalam penyusunannya, yang kurang lebih demikian: Konon tersebutlah dulu Aji Saka yang telah menjadi penguasa di sebuah kerajaan (disinyalir Medang Kamulan). Kemudian dia mengutus seorang yang dipercayainya untuk mengambil barangnya yang dia tinggal di tempat lain. Utusan itu (caraka) segera pergi menemui orang yang dimaksud. Akan tetapi utusan yang membawa barang tadi (penjaga) sepertinya tidak percaya kalau orang yang datang kepadanya itu juga caraka dari Aji Saka.


Keduanya saling beradu pendapat, saling ngotot mempertahankan keyakinan masing-masing: siapa yang berhak membawa barang milik Aji Saka, siapa yang lebih dipercaya sama tuannya. Keduanya tidak menemukan komunikasi yang efektif, yang ada hanya perang mulut berlanjut ke perang uji kesaktian. Keduanya terbukti sakti semuanya, tidak terkalahkan dan tidak terpisahkan. Akhirnya keduanya mati bagai bangkai. "Anjing rebutan tulang" itulah perumpamaannya. Begitu Aji Saka melihat kenyataan tersebut, maka tersusunlah huruf Jawa.


"Ha Na Ca Ra Ka, Da Ta Sa Wa La, Pa Da Ja Ya Nya, Ma Ga Ba Tha Nga".


Ada dua caraka, yang saling berselisih paham, sama-sama hebatnya, mati bersama
Untuk menghasilkan bunyi, aksara Jawa memiliki seperangkat pasangan dan sandhangan yang menyertai suatu huruf baik di bawah, atau di atasnya, atau samping kiri kanannya. Layar (/) di atas huruf akan menghasilkan huruf r mati. Bulatan besar di atas huruf berbunyi e seperti pada kata demam, renang, senang, tegang. Taling di depan huruf berbunyi e seperti pada kata-kata mete, merah. Taling tarung yang berada di samping kiri dan kanan huruf untuk membentuk suku kata bervokal o, contohnya pada moto, tomat, mohan, molto. Kalau dalam bahasa Indonesia ada huruf kapital maka di dalam bahasa Jawa ada aksara murda. 
 Harapannya di masa mendatang Aksara Jawa bernasib sama seperti halnya aksara kanji di Jepang, aksara Korea, aksara Hindi, aksara Arab di Timur Tengah. Jika film-film yang diimpor memakai aksara-aksara dalam bahasa mereka, maka, misalnya, seorang Hanung Bramantyo memproduksi sebuah film dengan penulisan nama kru-krunya dengan aksara Jawa. Indofood pun menuliskan label halal juga dengan aksara Jawa. Siapa lagi yang akan melestarikan aksara Jawa, kalau bukan generasi muda. Orang-orang Jepang tidak membuat mereka terasing dengan aksara Jepangnya. Sudah siapkah generasi muda Indonesia, khususnya di Jawa.


Dagadu, sebuah perusahaan di bidang industri kreatif garmen, telah menyisipkan sepenggal kata atau dua patah kata bertuliskan Jawa. Demikian juga dengan Jogja TV yang secara pelan tetapi pasti mengenalkan aksara Jawa dalam program yang mudah dipahami, karena berupa satu dua kata, kemudian dibaca, dan diberi makna. Banyak mula generasi muda yang memakai rok dengan coretan aksara Jawa.


Apa bedanya antara Javanese dengan Japanese, Java dengan Japan. Suatu kosa kata yang hampir sama bukan. Akan tetapi memang Japan telah maju ke depan. Kenapa tidak kita mulai dari generasi muda sekarang untuk merintis gerakan "Fashionable of Javanese Letters".


Sejak 2 Oktober 2009, dunia telah mengakui aksara Jawa (hanacaraka) dan bahkan kini kini
dipakai untuk komputer seperti halnya huruf Latin, China, Arab, Jepang.

Thursday, April 1, 2010

40 Fakta (Ga) Penting Dunia


1. Coca-cola dulu berwarna hijau.

2. Nama yang paling umum digunakan di dunia adalah Mohammed.


3. Dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri dengan huruf vokal yang sama.


4. Otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah.


5. Setiap orang di USA punya 2 kartu kredit!


6. TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat diketik dalam satu baris 

tuts keyboard anda.

7. Perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki.


8. Menahan nafas tidak akan membuatmu mati.


9. Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.


10. Kalau ada orang mengucapkan doa setiap kali ada yang bersin karena memang setiap kali anda bersin, jantung anda berhenti satu milisecond.


11. Secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit.


12. Ucapkan “sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick� beberapa kali, nanti anda akan mahir berbahasa inggris!


13. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian. (sebelum bertemu fakta ini teman saya pernah cerita tetangganya mati setelah bersin dengan keras banget)


14. Setiap raja dalam kartu remi melambangkan raja-raja besar jaman dahulu kala:
Raja sekop – Raja Daud
Raja keriting – Alexander Agung
Raja hati – Raja Charlemagne
Raja wajik – Julius Caesar

15. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987, 654,321

16. Kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu naik di udara, itu tandanya orang itu mati dalam perang.


17. Kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu cuma terluka dalam perang.


18. Kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu meninggal karena sakit.


19. Apa persamaan rompi anti peluru, printer laser, tangga darurat dan wiper mobil? Jawabannya: semua ditemukan oleh perempuan! Hah!


20. Satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? Jawaban: madu.


21. Buaya nggak bisa melet lidah.


22. Siput bisa tidur selama 3 tahun.


23. Semua beruang kutub KIDAL!


24. American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987 dengan cara mengurangi 1 buah olive dari setiap piring salad yang mereka sajikan untuk penumpang kelas 1.


25. Indera perasa kupu-kupu ada di kaki.


26. Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat.


27. Selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di rumah cuma itu-itu saja.


28. Rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba daripada kematian.


29. Shakespeare menemukan kata: "Assassination" dan "bump"


30. Dengan menggunakan cara mengetik 10 jari, STEWARDESSES adalah kata terpanjang yang bisa diketik hanya dengan jari-jari tangan kiri.


31. Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti hama


32. Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi


33. Jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki.


34. Dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak tikus!


35. Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!


36. Pemantik ditemukan sebelum korek api.


37. Setiap lipstik mengandung sisik ikan.


38. Seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai kontur yang berbeda-beda.


39. 99% orang yang membaca tulisan ini mencoba mengalikan fakta no. 15


40. Dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba menjilat siku

Sumber : http://naisinpohgan.wordpress.com/

Wednesday, March 31, 2010

11 Tempat Romantis Di Indonesia






Bintan Island, Riau


Pulau Bintan terletak di Provinsi Kepulauan Riau, suasana di pulau ini begitu menawan. Pasir putih berkilau, air biru, dan pepohonan adalah kombinasi yang membuat pulau ini sangat layak untuk dikunjungi. Di pulau ini terdapat banyak tempat wisata yang tersedia untuk disewa untuk berbulan madu. Pantai pribadi, diving wisata, serta wisata kuliner bisa menjadi alternatif selama anda memanjakan diri disini.



 Kaliurang, Yogyakarta


 Kaliurang berlokasi sekitar 28 kilometer utara kota Yogyakarta, tepatnya di Dusun Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Sambil mendaki ke puncak bukit Plawangan, mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan di sekelilingnya.



 Senggigi Beach, Lombok


 Pantai ini terletak di pantai barat Lombok, memiliki pemandangan yang hijau dan menakjubkan di dalam air. Ombak tidak terlalu besar, tentu saja, akan menambah keromantisan bulan madu anda.





 Moyo Island, Nusa Tenggara Barat


Jika anda ingin benar-benar merasakan dunia hanya untuk kalian berdua, datang ke Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat, sebagai tempat bulan madu. Daerah ini masih sepi dan asli, tetapi fasilitas yang tersedia secara luas. Ada cottage yang menyediakan berbagai fasilitas. Selain pasir putih, juga terdapat ikan terumbu karang , air terjun dan kolam renang alam.




Ubud Village, Bali


 Desa ini terkenal karena budaya dan keindahan alam. . Di sini, anda dan pasangan Anda akan merasakan kedamaian jiwa dan tubuh dengan pemandangan pegunungan yang hijau dan indah . Desa ini juga diyakini memberikan inspirasi kepada pengunjung




 Bunaken, Manado, Sulawesi Utara


 Pulau-pulau di Taman Laut Bunaken sangat eksotis. Taman laut ini memiliki keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Datanglah ke Bunaken dengan pasangan Anda, dan menemukan keindahan bawah laut Bunaken




 Sampireun Village, Garut, Jawa Barat


 Desa-desa yang terletak di Sampireun Ciparay, Desa Sukakarya, Garut, Jawa Barat. Kampung Sampireun menawarkan semua kesederhanaan dan kemudahan fasilitas yang anda butuhkan untuk bulan madu. Campuran keindahan alam Sunda, musik, dan cuaca dingin tak ternilai harganya. Pemandangan indah dan lingkungan yang nyaman, bersih dan udara yang segar membuat tempat ini sempurna untuk dikunjungi




 Belitung Island, Bangka Belitung

Panorama Pulau Belitung didominasi oleh pantainya yang indah, air jernih dan pasir putih di sepanjang pantai. Bius pemandangan di pulau Belitung, mungkin tidak dapat ditemukan di pulau-pulau lain, pulau ini istimewa.





 Tanjung Lesung, Banten

Tanjung Lesung terletak di pantai barat Selat Sunda, tepatnya di Desa Tanjung Jaya, Pandeglang, Banten. Resor ini dapat digunakan sebagai alternatif tujuan bulan madu Anda dengan pasangan tercinta. Dibutuhkan 3-5 jam dari ibu kota Jakarta melalui Pandeglang. Suasana di sini sangat menawan dengan keindahan laut biru dan pasir putih terhampar luas. Nikmati juga pemandangan Gunung Krakatau , satu-satunya Gunung berapi di dunia yang mengambang di laut.



Umang Island, Banten

Pulau Umang terletak di Desa Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tempat ini cocok untuk melarikan diri dari kebisingan kota dan menikmati saat-saat bulan madu yang indah. Di pulau ini, terdapat sebuah resor yang telah diatur dengan sentuhan artistik keindahan alam laut yang dikelilingi oleh pegunungan.



 Takabonerate Island, Sulawesi Selatan


 Takabonerate terletak di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, akan disiapkan sebagai tujuan wisata internasional melalui berbagai acara. Objek wisata bahari Takabonerate adalah taman laut yang paling indah ketiga di dunia yang memiliki jutaan biota laut yang dilindungi.


source :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3469679

Wednesday, March 10, 2010

Wisata Alam(i) Grobogan

Anda yang belum merencanakan liburan Tahun ini ada baiknya menyimak tulisan ini. 

Apa saja yang bisa anda kunjungi?
1. Api Abadi Mrapen
Jujur saja kalau anda baru mendengar atau membaca ini patut diduga anda ga punya tivi dan jarang baca koran..haha... Api Abadi Mrapen sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang Indonesia karena setiap Pekan Olahraga Nasional obor PON dan hari Raya Waisak apinya disulut dari sini. Wisata ini juga menjadi wisata edukasi kepada putra-putri anda untuk mengenalkan sebuah fenomena alam yang jarang-jarang di muka bumi ini, yakni sebuah sumber api yang terus menyala meski hujan atau banjir sekalipun..
2. Bledug Kuwu
Jauh sebelum muncul semburan Lumpur Lapindo di Grobogan sudah ada semburan serupa yang muncul ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Anehnya semburan lumpur tersebut tidak menenggelamkan Grobogan hingga kini. Semburan lumpur yang mengandung garam tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk membuat garam. Jadi bayangkan Grobogan yang kagak punya pantai adalah salah satu penghasil garam..
3. Kedung Ombo
Ni waduk (terbesar kedua setelah waduk Gajah Mungkur di Wonogiri) sebagian masuk wilayah Boyolali sebagian masuk wilayah Grobogan. Anda yang hobi mancing ini adalah tujuan wisata yang tepat. Gabungan wisata hutan dan air yang subhanallah pokoke..

Lokasi wisata lain di Grobogan disertai gambar dan keterangan silakan klik disini

Mengapa ke Grobogan?
Jalurnya sangat mudah. Yang mau murah meriah bisa pakai kereta api. Grobogan dilalui rel kereta api jalur utara, namun Grobogan juga menjadi lintasan jalur kereta api utara ke jalur kereta api selatan dan sebaliknya.. Jadi ga perlu kuatir untuk datang ke Grobogan dengan murah meriah..
Rute: Dari Stasiun Pasar Senen  naik Tawang Jaya berangkat jam 21.30, tiket Rp.33.500, Turun di Stasiun Poncol jam 7 pagi, nyambung kereta yang ke Bojonegoro bilang ke penjual tiket turun di Gubug, harga tiket Rp.5000., berangkat jam 08.55.. Tiba di stasiun Gubug turun lalu tanya ke orang-orang disitu rute ke Api Abadi Mrapen..

Dah ya kalau nyasar jangan malu tanya aja Pak Polisi :)

Monday, February 22, 2010

Rustono, "King of Tempe" Jepang dari Grobogan


Perjalanan dalam udara dingin musim gugur ke daerah pegunungan di Katsuragawa yang terletak sekitar 30 kilometer dari Kyoto adalah perjalanan yang menyajikan keindahan alam Jepang.

Jalan menanjak berliku dihiasi pepohonan momiji yang daunnya mulai memerah cerah di sepanjang jalan. Kabut meliputi puncak-puncak gunung dan hutan pinus lalu berakhir di sebuah lembah hijau. Rumah tradisional Jepang beratap rumbia tebal masih tampak di sana-sini dengan tamannya yang khas seakan bersatu dengan alam. Itulah awal perjumpaan saya dengan Rustono (41), sang Raja Tempe, sebagaimana teman-teman Jepang menyebutnya.

Di kawasan desa yang indah inilah konotasi yang menyepelekan tempe, seperti sebutan bangsa tempe atau mental tempe, sirna. Dari sinilah tempe mulai dikenal dan merambah hampir ke seluruh Jepang. Kemasan seberat 200 gram dengan label Rusto’s Tempeh bergambar ilustrasi suasana kehidupan kampung di Jawa tersebar di berbagai toko swalayan di Jepang.

Sebuah rumah tradisional Jepang, cagar budaya yang telah berusia dua abad, adalah tempat perjanjian saya bertemu dengan Rustono. Ketika kaki mulai melangkah memasuki gerbang kayu di halaman berpagar bambu, terdengar tiupan saksofon sopran yang mendendangkan lagu ”Going Home” dari Kenny G.

Rupanya sang raja sedang asyik melantunkan lagu penuh kerinduan yang menghanyutkan itu dengan duduk santai di batu besar di tengah taman di bawah rindangnya pohon momiji, ditingkah suara gemercik sungai jernih yang membelah desa, ditemani sang istri di sampingnya.

Semangat dari kerinduan

”Kampung halaman di tanah kelahiran memang selalu mendatangkan rindu,” Rustono menjelaskan ketika ditanya tentang lagu favoritnya itu. ”Dan berdendang dengan tiupan saksofon adalah alunan suara jiwa paling dalam,” tambahnya.

Kerinduan akan tanah kelahiran di sebuah kota kecil Grobogan, nun jauh di pedalaman Jawa Tengah dengan hamparan sawah dan hutan jati, rupanya masih saja mengusik Rustono meskipun sudah 13 tahun dia menetap di Jepang.

Bagi Rustono yang alumnus Akademi Perhotelan Sahid (masuk tahun 1987), kerinduan tersebut bukanlah bernuansa sendu berlarut-larut, melainkan pembawa semangat menentukan keputusan jalan hidup.

Tahun 1997, setelah enam tahun bekerja di Hotel Sahid Yogyakarta, perubahan jalan hidup mulai menunjukkan arahnya. Ketika sebuah grup wisatawan Jepang berkunjung ke Yogya, seorang bidadari dari Negeri Matahari Terbit, Tsuruko Kuzumoto, yang tinggi semampai berkulit kuning langsat menambat hati Rustono. Dan rupanya dia tidak bertepuk sebelah tangan. Tahun itu juga berangkatlah Rustono menyusul ke Jepang dan mulai menempuh hidup barunya di Kyoto.

Berbagai pekerjaan pernah dia lakukan. Dari bekerja di perusahaan roti sampai ke perusahaan sayur-mayur. Di situ Rustono banyak memerhatikan etos kerja karyawan Jepang. Selain penuh tanggung jawab, mereka juga berupaya mencapai target dan ikut serta dalam menjaga kualitas produksi. Pun Pemerintah Jepang sangat teliti dengan secara periodik memeriksa kualitas produksi, meninjau perusahaan, sampai memerhatikan kebersihan ruangan, termasuk peralatan dan meja kerja.

Menurut pengamatan Rustono, makanan adalah kebutuhan paling pokok kehidupan manusia. Itu sebabnya mengapa segala bentuk makanan diproduksi di Jepang dan industrinya sangat maju. Terbetik dalam pikiran Rustono, kenapa tidak mencoba membuka usaha makanan yang belum ada di Jepang. Inspirasinya datang setelah mengenal nato, sebangsa makanan dari kedelai yang rasanya sangat khas untuk lidah Jepang.

Jadilah dia mencoba membuat tempe dengan sedikit pengetahuan yang pernah dia kenal. Selama empat bulan dia berkutat mencoba membuat tempe, dengan ragi dari Indonesia dan kedelai Jepang, tetapi selalu gagal. Hingga kemudian dengan menggunakan air dari sumber mata air di kediaman mertua, dia berhasil membuat tempe.

Perjalanan panjang

Jalan untuk mencapai keberhasilan usaha yang dia tempuh sangatlah panjang dan terjal. Meskipun berhasil dalam percobaan membuat tempe, dia belum yakin benar. Pastilah itu bukan hanya karena menggunakan air asli dari mata air langsung.

Setelah anak pertamanya, Noemi Kuzumoto, berusia tiga tahun, dengan izin istrinya Rustono kembali ke Indonesia selama tiga bulan untuk belajar membuat tempe kepada 60 perajin tempe di seluruh Jawa.

Beberapa perajin memang ada yang tidak sepenuhnya memberi rahasia pembuatan tempe, tetapi banyak hal yang bisa dia serap dari pengalaman para perajin tempe di Jawa Tengah. Misalnya, kenapa tempe bisa lebih terasa gurih, bagaimana hasilnya tempe yang dibungkus dengan daun bambu atau daun pisang, ataupun dengan plastik, dan bagaimana bisa menghasilkan fermentasi tempe dengan baik.

Yang kemudian tak kalah berat adalah memperoleh izin produksi di Jepang. Dia harus melalui penelitian dan tes di laboratorium, hingga harus memenuhi kesanggupan bertanggung jawab atas kualitas dan kandungan bahan produksi sesuai dengan yang tertera di kemasan bahwa kandungan gizi tempe kedelai setara dan kandungan gizi daging, termasuk mematuhi peraturan daur ulang kemasan.

Kendala cukup berat yang juga dapat dia lalui adalah soal menghadapi iklim alam di Jepang. Fermentasi tempe hanya bisa berhasil dalam cuaca kelembaban 60 persen hingga 90 persen, yang tentu saja tidak masalah di Indonesia. Di Jepang yang mempunyai empat musim, mempunyai kelembaban udara yang dibutuhkan tempe hanya pada musim panas. Tetapi, lewat penelitian kecil-kecilan dan telaten, hasilnya sangat besar. Dia bisa mengatur kelembaban pada segala musim di dalam ruangan produksi.

Peralatan produksi juga hasil inovasi Rustono sendiri. Alat pencuci kedelai dia modifikasi dari bekas mesin pencuci cumi-cumi yang dia dapat dari perusahaan perikanan. Begitu pula untuk pengemasan, dia datangkan mesin bikinan Bantul dan Surabaya.

The King of Tempe

Meskipun julukan ini hanya gurauan teman-teman sejawatnya, rasanya memang tak ada yang salah. Kini kapasitas produksi Rustono setiap lima hari bisa mencapai 16.000 bungkus tempe dengan kemasan 200 gram. Untuk mendukung produksi, dia mengadakan kontrak kerja sama dengan petani kedelai di Nagahama, kawasan Shiga.

Dari peta penyebaran Rusto’s Tempeh yang tertera di ruang kerjanya, terlihat konsumennya tersebar di kota-kota hampir seluruh Jepang. Selain masyarakat Indonesia di Jepang dan masyarakat Jepang sendiri, konsumennya juga meliputi perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah, hingga rumah sakit di Fukuoka.

Memang usahanya berawal dari skala kecil dengan pemasaran dari pintu ke pintu. Rumah produksi dia bangun sendiri tanpa tukang bangunan dan tanpa pemikiran arsitektural, tetapi hanya dengan intuisi yang mirip intuisi seniman. Dan dari usaha rumahan itu sekarang Rustono mencapai taraf pembangunan pabrik tempe di kawasan pinggir hutan yang bermata air, di atas lahan 1.000 meter persegi.

Penghargaan

Di Jepang sudah banyak buku mengupas tentang tempe. Di antaranya yang terkenal adalah The Book of Tempeh, tulisan William Shurtleft dan Akiko Aoujaga. Buku besar ini lengkap dengan uraian dan ilustrasi menarik tentang pembuatan dan manfaat tempe dengan latar belakang budaya Indonesia, terutama Jawa.

Ada juga buku terbitan Asosiasi Tempe di Jepang yang dikelola para profesor dan ahli gizi. Asosiasi ini mengadakan penelitian dan setiap tahun mengadakan seminar tentang tempe. Salah satu kajiannya adalah kandungan gizi tempe tak kalah dari daging sapi.

Berbagai restoran vegetarian di Jepang banyak menyajikan olahan tempe dengan berbagai bentuk olahan Jepang, seperti misoshiru tempe dan tempura tempe. Yang paling terkenal adalah burger tempe.

Mereka memperkenalkan tempe dengan semboyan ”Makanan enak belum tentu menyehatkan, makanan tidak enak bisa menyehatkan. Tetapi, makanan enak dan menyehatkan adalah tempe!” Terberitakan pula sebuah perusahaan kosmetik memproduksi bahan kecantikan dengan jamur hasil fermentasi tempe ke dalam kapsul yang konon bisa menghaluskan kulit.

Soal hak paten yang pernah jadi pergunjingan di negara kita bahwa tempe diklaim Jepang, Rustono menjelaskan, ”Ah, itu kesalahpahaman. Bagaimana kita mematenkan tempe yang semua orang sampai di Amerika pun tahu tempe adalah makanan asli Indonesia. Apakah Jepang juga akan mematenkan sashimi atau sushi? Mereka hanya mematenkan olahan burgernya, bukan tempenya.”

Ini tulisan murni copy paste tanpa edit dari kaskus.. ni threadnya gan http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3438674

Friday, January 15, 2010

Scene Film Ini Membuatku Menangis


Dulu aku merasa malu sebagai laki-laki melihat film lalu menangis. Saat SD sampai SMP aku suka menangis tiap ada adegan yang mengharukan, biasanya film-film India yang membuatku menangis. Yang tidak bisa tidak adalah adegan anak bertengkar sama Bapaknya lalu suatu saat sadar dan mengakui salah, atau pertemuan anak dengan ibunya. Beberapa scene film dibawah ini membuatku menangis..
 
Beberapa dari anda mungkin menangis saat kematian Jenny pada film Forest Gump ini. Tapi aku menangis saat adegan diatas. Saat Jenny memberi tahu Forest Gump bahwa anak yang digendongnya tersebut adalah anaknya dan diberi nama Forest Gump juga. Mereka lalu menikah tapi hanya bahagia sesaat karena Jenny kemudian mati oleh suatu penyakit yang belum ada obatnya. Secara keseluruhan film ini sangat menggugah rasa kemanusiaan, pengorbanan, cinta, kesetiaan dan keteguhan..

 
Ada banyak adegan pahlawan mati dalam film semisal Bruce Willis di Armageddon atau Wiilliam Wallace di Brave Heart. Tapi saya paling terharu pada kematian Maximus di Film Gladiator..

 
Sebelum menonton aku sudah penasaran dengan scene film ini karena telah aku baca pada buku ESQ Power Ary Ginanjar. Dalam situasi perang dan menjadi sandera Guido mengajarkan kepada anaknya bahwa ini adalah lomba. Pemenangnya akan mendapat hadiah tank katanya. Scene diatas adalah adegan terakhir Guido sebelum ditembak mati tentara Nazi. Dalam keadaan ditodong senjata ia berjalan melawak karena anaknya melihat dari balik kotak persembunyian..
               
Anda mungkin nangis 2 atau 3 kali di film Laskar Pelangi. Tapi aku hanya nangis sekali saat scene diatas. Saat Ikal mengejar Lintang setelah berpamitan karena tak bisa sekolah lagi.. Saya menonton Laskar Pelangi lebih dari 5 kali dan selalu saja menangis pada adegan ini.
 
Pada film Sang Pemimpi scene yang paling mengharukan adalah saat Ikal merasa bersalah lalu mengejar Bapaknya yang pulang dari mengambilkan raportnya.. Mereka kemudian bertemu di jalan dan berpelukan..

Thursday, December 24, 2009

Arti Sebuah Nama

Apalah arti sebuah nama? Kalimat ini begitu populer melampaui popularitas pengarangnya: Shakespeare. Benarkah nama tidak berarti bagi kita? Saya kurang setuju. Saya percaya nama sangat berarti bagi siapapun. Lalu tahukah anda apa arti nama anda?


Saya sudah lama ingin menulis artikel tentang nama ini. Anda mungkin akan geli sendiri mengetahui betapa kadang nama yang begitu hebat dan keren ternyata artinya sangat konyol. Saya punya tetangga namanya Vulvaria, mulanya saya pikir keren untuk ukuran orang kampung seperti kami, lalu saya geli sendiri setelah tahu bahwa Vulvaria adalah nama latin Ubur-ubur..Yailah.. Atau anda punya teman bernama Lina Liyana, jangan pikir keren dulu Liyana adalah sejenis tumbuhan akar2an yang merambat di pepohonan..Saya punya sahabat namanya Syalihin, saya tahu ini salah ketik akte saja atau jangan-jangan orang tuanya memang memberi nama begitu, setelah saya cari referensi Syalihin (dengan syin bukan shad) berarti Elang..nah lo..Ada juga adik kelas namanya Roilhaq Febteniusta..apa coba?.. usut punya usut nama belakang tersebut hanya kombinasi dari Feb (Februari) ten (sepuluh) niusta (kombinasi bintang orang tua atau apalah)..Sedangkan Roilhaq sendiri berarti melihat kebenaran...Guru Bahasa Indonesia SMP saya bernama Purnyomo..beliau memberi penjelasan sendiri nama tersebut bukan karena salah ketik akte, melainkan ustadz yang menyebut (ijab) waktu acara pemberian nama kebetulan bindeng (memiliki suara sengau yang sudah bawaan, seperti suara orang pilek)..Karena pemberian nama adalah sakral maka yang dipakai sesuai yang diucapkan ustadz tersebut.. Ini sungguh menggelikan bagi saya, kalau dituruti tentunya akan banyak kesalahan nama di kampung guru saya tersebut..:D

Di Jawa pemberian nama dikaitkan dengan doa, harapan bahkan hitungan nasib. Mereka bisa mengganti nama anaknya berkali-kali karena nangis terus atau sakit-sakitan atau alasan lain sampai ketemu nama yang pas. Saya punya teman SD namanya Sampun (artinya selesai, orang tuanya berharap ga punya adik lagi)..namun takdir berkata lain, orang tuanya melahirkan lagi anak perempuan, maka teman saya tadi namanya diganti Rusno (akronim dari terusno artinya lanjutkan, atau "ternyata lanjut")..haha.. Saya punya adik ipar namanya Mulyadi tapi nama kecilnya sebenarnya Surip (akronim dari suwe urip atau hidup lama, orang tuanya memberi nama demikian karena 3 kali melahirkan dan anaknya mati semua waktu balita)..

Ada beberapa kebiasaan memberi nama bagi orang Jawa (suku Jawa):
  1. Nama diawali dengan Su atau Sri
    Banyak sekali orang Jawa namanya diawali dengan Su.. Su sendiri artinya baik.
  2. Memberi nama sesuai weton (hari lahirnya)
    Sederhana saja, bayi diberi nama berdasarkan hari lahirnya. Yang paling sering dipakai adalah Senen, Rebo, Kemis, Setu dan Ngat (Ngat adalah sebutan sebagian besar orang Jawa untuk hari Minggu, diadopsi dari Ahad). Atau hari pasarannya semisal Kliwon, Pahing, Wage dan Legi..Pon jarang dipakai..Seiring kemajuan zaman memberi nama dengan cara begini sudah jarang. Namun ada juga yang kreatif. Barangkali anda pernah dengar seseorang bernama Joni Ponsen (keren kedengarannya, padahal maksudnya lahir pada bulan Juni hari Senen Pon..nah lo)..Atau yang lebih keren lagi Albert Klinov, waow Rusia..padahal cuma lahir pada bulan November pasaran kliwon..memang ada2 saja orang sekarang..
  3. Memberi nama dengan urutan dalam bahasa Jawa.
    Ini juga banyak terjadi. Urutan dimulai dari anak pertama adalah Eko Fulan, Dwi Fulan, Tri Fulan, Catur Fulan, Ponco Fulan.. Boleh dibilang nama paling pasaran dengan metode ini adalah Eko dan Dwi..
  4. Memberi nama anak dengan awalan yang sama
    Cara ini juga lazim dan banyak terjadi. Misal nama anak dimulai dengan Mar, Kar, Dar, Sar dll..
  5. Eks Karesidenan Surakarta
    Beberapa eks karesidenan Surakarta masih menerapkan jeneng anak (nama kecil) dan jeneng tuwo (nama dewasa). Nama dewasa biasa diberikan setelah menikah. Namun karena kemajuan zaman dan menyangkut administrasi yang tentu merepotkan nama dewasa biasanya cuma disematkan dan menjadi nama panggilan, sedangkan nama di KTP tetep nama kecilnya.

Namun seperti saya sebut sebelumnya, nama tetaplah berisi doa dan harapan., dan tidak harus berbahasa Arab untuk itu. Berikut saya sajikan nama2 beserta artinya:
  • Susilo Bambang Yodhoyono : Susilo (santun, sopan, susila) Bambang (ksatria, wira) Yudho (perang) yono (menang)
  • Gayuh Permadi: Gayuh (cita-cita, menggapai) Permadi (nama lain dari Arjuna)
  • Danang Anggono Putro: Danang (laki2) Anggono (suka memerintah)Putro (anak)
  • Rangga Dwiyoga: Rangga (pegawai kerajaan, tapi juga berarti bunga) Dwi (dua) Yoga (anak)
  • Hilman Arifa Azhar: Hilman (kesopanan, kesabaran) Arifa (bijak, tinggi, mulia) Azhar (bunga-bunga, yang berseri, gemilang atau cerah)
  • Idrus Santosa: Idrus (singa) Santosa (sentosa, langgeng)
  • Robby Nugraha Zai:Rabbi (musim semi) Nugraha (anugerah)Zai (ga ada artinya)
  • Angga (tubuh atau anggota badan,sansekerta) Hersyah (kemungkinan seakar kata dengan haris yang artinya pengawal, pelindung, pemelihara) Putra (ya putra)
  • Unggul Istianto: Unggul (ya unggul) Istianto (ga ketemu)
Bagaimanapun nama itu berarti. Kalau ada yang bilang "apalah arti sebuah nama?" panggil saja dia Nyet Monyet.. Nah..

Sunday, November 22, 2009

Prakiraan Cuaca VS Ramalan Cuaca

h
Tahukah Anda?
















Gambar: www.crayonpedia.org


Di negara maju saat pertama menyalakan TV,  chanel yang paling banyak dilihat adalah prakiraan cuaca. Lebih-lebih bila hendak bepergian. Bahkan di Amerika misalnya ada chanel yang isinya cuma prakiraan cuaca. Sebenarnya Ramalan atau Prakiraan?


Pada masa awal perkembangan teknologi, suku asli Amerika yakni suku Indian masih hidup dengan cara tradisional. Meski begitu mereka sudah bergaul dengan masyarakat modern yang ada. Suatu hari Sang Kepala Suku ditanya oleh warganya : " Bagaimana musim dingin yang akan datang?" Sang Kepala Suku tak bisa langsung menjawab. Ia sudah lama tak mempelajari ilmu nenek moyangnya. Dulu Bapaknya cukup melihat langit lalu menjawab dengan mantap dan yakin. Kepala Suku pun mencari aman. Untuk jaga-jaga dia bilang:" Musim dingin kali ini akan sangat dingin" Warga Indian lalu mengumpulkan kayu bakar untuk persiapan.



Lalu diam-diam Kepala Suku pergi ke kota dan menelpon BMKG disana.
"Bagaimana perkiraan musim dingin yang akan datang?"
"Buruk, akan sangat dingin, siapakan segala cara untuk menghadapinya"


Kepala suku kembali ke warganya. Mereka bertanya lagi.
"Bagaimana musim dingin yang akan datang?"
"Parah, akan sangat dingin, kumpulkan kayu lebih banyak lagi"


Kepala suku kembali ke kota dan menelpon BMKG.
"Bagaimana musim dingin kali ini?"
"Buruk, sangat buruk, mungkin akan menjadi musim dingin paling parah abad ini"


Kepala suku kembali ke warganya. Mereka bertanya lagi.
"Apakah kayu kita sudah cukup Tuan?"
"Kumpulkan lagi, musim dingin sebentar lagi akan sangat buruk dan parah, ayo kumpulkan kayu lagi"


Kepala suku kembali ke kota. Kali ini karena rasa penasaran. Di kembali menelpon BMKG.
"Bagaimana musim dingin kali ini?"
"Saya belum pernah melihat yang lebih buruk dari musim dingin yang segera datang ini"
"Sebenarnya bagaimana cara kalian memperkirakan itu semua?"
"Dasar bodoh...!! Kamu tidak lihat orang-orang Indian mengumpulkan kayu sebanyak itu?!!"
'?????.......!!!"

Tentu saja ini hanya anekdot. 

Gambar: www.crayonpedia.org

Cara sebenarnya cuaca diamati dari darat, laut maupun udara. selain itu di luar angkasa juga diamati menggunakan satelit yang bisa mengirimkan gambar-gambar pola awan yang mungkin bisa mengakibatkan perubahan cuaca dan perubahan suhu di permukaan bumi.
Ciri-ciri cuaca besar seperti angin topan, muncul secara jelas pada gambar yang dikirim satelit.

informasi tentang perubahan cuaca datang dari ribuan stasiun cuaca yang ada dibumi aitu dari darat, laut menggunakan kapal dan pelampung cuaca serta dari udara dengan menggunakan pesawat terbang dan balon udara.
kesemua data itu kemudian dikombinasikan dengan informasi dari satelit di luar angkasa untuk membuat prakiraan cuaca.

Detail prakiraan cuaca dapat digambarkan dalam sebuah peta khusus.
GAris-garis dipeta yang disebut dengan ISOBAR menggabungkan tempat-tempat yang memiliki tekanan udara yang sama.
simbol-simbol lainnya memperlihatkan bentuk seperti gelombang udara, hujan, cahaya, matahari dan awan.

Namun dari semuanya itu, yang perlu diperhatikan adalah sekarang ini cuaca dapat berubah drastis atau bahkan susah untuk diperkirakan, karena penyebabnya taklain dan tak bukan adalah pemanasan global atau yang sering disebut sebagai global warming.
Global warming ini bukan hanya menyebabkan perubahan iklim dan suhu menjadi tidak menentu saja tetapi juga mengganggu ekosistem mahluk hidup.


Diolah dari berbagai sumber: wikipedia.org, evancode.com, crayonpedia.org





Grobogan Dimana Ya? Untirta?

Tahukah Anda?

Melekat pada 2 hal yang tidak populer, tidak terkenal dan tidak keren memang makan hati kadang. Di awal kuliah dulu (ga mau nyebutin tahun...malu..hehe) setiap perkenalan dan saya bilang saya dari Grobogan, spontan dahi kawan-kawanku mengkerut sambil balik tanya "Grobogan itu dimana? Jawa Timur bukan?"...dll... Dan entah berapa banyak saya berkenalan sebanyak itu pula saya mempromosikan my hometown (halah..) GROBOGAN..sedikit sekali yang sudah tahu dimana GROBOGAN itu tepatnya. Itu yang pertama. Yang kedua (boleh dibilang lebih pahit) yaitu saat bertemu teman-teman di kampung lantas bertanya "Emm Untirta? Dimana ya? Negeri bukan?"..dll...


Supaya lebih jelas begini ceritanya:
1. Sebelum masuk Untirta
Setelah lulus SMA seperti kebanyakan orang saya mengikuti SPMB (nama waktu itu), Ujian masuk STAN dan UM UGM..Semuanya tidak ada yang lolos. Saya kemudian putuskan untuk nganggur dulu, tidak masuk swasta seperti kebanyakan orang. Selama menganggur setahun saya 6 bulan ikut sepupu saya membuat tempe kripik, dimana pada bulan-bulan pertama jari kiri saya sering teriris. Empat bulan berikutnya saya dirumah mengasuh dua adik lelaki (umur 4 dan 2 tahun). Saya benar-benar menggantikan peran ibu setiap pagi selama 4 bulan itu. Saya bahkan masih ingat urutannya, bakda subuh, membuat api di dapur (pakai kayu), mencuci beras lalu menanaknya, menunggu nasi masak sambil mencuci piring, menyapu lantai, bersihin kandang kambing, bangunin 2 adik yang gede (untuk sekolah), bikin lauk, rendam baju kotor, bangunin 2 adik kecil, mandiin mereka, handukin, minyak kayu putih, bedakin, ganti baju, nyuapin, suruh mereka main, nyuci baju. Begitulah.. Kemana ibu saya? ke pasar. (Mungkin agak melo tapi saya menangis ketika nulis bagian ini)..4 bulan yang waktu itu saya rasa paling berat sekarang saya rasa menjadi bagian paling indah dalam hidup saya..Paling berat karena saya tidak punya gambaran yang pasti untuk masa depan, satu-satunya yang saya lakukan untuk masa depan saat itu hanyalah berlatih menyelesaikan soal2 SPMB (saya menyelesaikan lebih dari seribu soal Fisika. Paling indah karena 4 bulan itulah momen kedekatan saya dengan adik2 saya dan menjadi saat saya merasa berarti buat mereka dan keluarga. Karena pada fasa-fasa berikutnya saya lebih banyak merepotkan dan membuat susah.




2. Menjelang masuk Untirta
Saya minta ijin ibu saya untuk masuk bimbingan belajar. Sebenarnya sudah telat karena bimbingan intensif SPMB sudah dimulai dimana-mana. Saya masuk bimbel Nurul Ilmi. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan pada masa ini. Yang jelas saya tidak lagi di rumah. Saya kost di Purwodadi. 


3. Masuk Untirta
Saya tahu Untirta dari mas Edi (my big beloved brother) yang saat itu ditugaskan di Labuan Pandeglang. Saya ikut ujian SPMB di Semarang dan ikut yang IPC. Teknik Industri adalah pilihan pertama saya, dan diterima. Saat membaca koran bahwa diterima saya bingung sendiri. Tidak lain adalah bingung mencari berkas apa saja yang harus saya bawa untuk registrasi. Ga lucu kan kalau ada yang lupa atau ga lengkap setelah jauh2 datang. Saya akses situsnya (waktu itu www.untirta.net)ga ada keterangan dan (sumpah) situsnya itu jelek banget, informasinya basi semua. Saya telepon pada jam kerja ga nyambung. Saya kirim faks ga tahu sampai apa ga. Akhirnya saya memilih jalan saya sendiri. Saya mengumpulkan berkas2 yang dibutuhkan sama dengan kampus2 lokal Jateng. Disinilah uniknya. Salah satu berkas yang saya bawa adalah SKCK. Ketika registrasi di Untirta ternyata ga ada syarat SKCK. Tapi saya serahkan SKCK saya. Keesokan harinya ada pengumuman tambahan harus melampirkan SKCK.. Haha banyak yang balik ke kampung mengurusnya..



4. Groby
Di Untirta ini kemudian saya mendapat gelar baru. GROBY.. Saya sudah tak ingat siapa memulai gelar itu. Yang jelas itu terkait dengan asal saya yang tidak populer GROBOGAN. Bahkan ketika ada mahasiswa baru bernama Ahmad Zainudin (Teknik Mesin '06) dari GROBOGAN juga mendapat gelar yang sama. Groby.. Groby ini bahkan lebih pouler dari nama asli saya atau Zein.


5. Menjelang lulus
Malas ah


6. Grobogan dimana?
Langsung saja deh..situs Pemda klik disni.. Sejarah, geografis dll klik disini 


Gitu aja deh... ga penting? yo ben..


memriahkan :

Kartu-Pulsaku.com Solusi Bisnis Online Anda



Thursday, November 19, 2009

Duduk perkara Solo, Surakarta, Kartasura dan (Salatiga)

Jika anda mendengar kata (atau kota) "Solo" apa yang muncul dibenak anda?
a. Bengawan Solo (Lagu Gesang)
b. Batik Solo (Pasar Kliwon)
c. Salatiga(bacanya Solotigo)
d. Solopos (Koran Lokal)
e. Nasi Liwet (enak sumpah)
f. Stasiun Solobalapan (Didi Kempot)
g. Surakarta (UMS, hmm agak pribadi yang ini)
h. Keris (hohoho)
i. Wayang kulit


Apapun jawaban anda tidak penting bagi saya (nah lo) dan kalau mau anda juga bisa menambah sendiri dengan solo karir, solo album atau solo organ..hehe..Saya sendiri setiap mendengar kata Solo teringat pada dua hal yaitu Didi Kempot dan RELA (brand bus jurusan Purwodadi-Solo).

Kembali ke duduk perkara, tulisan ini tidak lain dan tidak bukan saya buat untuk menjawab segala kebingungan yang ternyata jamak dialami orang2 (terutama dari luar Jateng) ketika mendengar nama kota Solo. Yang bener Solo apa Surakarta sih? Lha Salatiga itu apanya Solo? Yang paling parah barangkali salah mengingat Surakarta atau Kartasura..

Oke bro (sist juga) mari kita bedah (rumah kali dibedah) perkara ini sehingga duduk perkara menjadi terang benderang dan ga bingung apalagi nyasar.. dengan ini saya nyatakan sidang dibuka untuk umum tok tok tok...

Ingin sekali saya membahas dengan begini "Sejarah kota Solo bermula saat Raja Paku Buwono II pada tahun 1745...dst" tapi saya rasa ga asyik dan ga enak serta ga gurih..sejarah banget.. Supaya bisa dinikmati dan enak dibaca untuk berbagai kalangan kita buat saja tulisan ini dengan menjawab point2 pertanyaan... Setuju?

1. Sebenarnya Solo apa Surakarta?
    Solo ataupun Surakarta sama-sama benar (tambah pusing kan). Ya dah deh gini lho.. Secara administratif yang bener adalah Kotamadya Surakarta, Kodya Surakarta membawahi 5 buah kecamatan yakni Banjarsari, Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan kemudian ada total 51 desa di dalamnya. Surakarta sebenarnya dulu adalah nama sebuah Karesidenan yaitu sebuah pembagian wilayah administratif yang dipakai pemerintah Hindia Belanda dan Indonesia sampai tahun 1950. Satu Karesidenan terdiri dari beberapa kabupaten yang dipimpin oleh seorang residen. Karesidenan Surakarta sendiri terdiri dari kabupaten Karang Anyar, Wonogiri, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Klaten dan Surakarta sendiri.  Jaman sekarang gampang banget menentukan suatu kabupaten/kota itu dulunya 1 karesidenan mana, yaitu lihat saja plat kendaraanya. Semua bekas karesidenan Surakarta berplat AD. Terus Solo dimana? sampai disini saya juga agak bingung sebenarnya (piye iki?)..Kalau anda berada di Surakarta kemudian nanya ke seseorang "Pak kalau mau ke Solo arah mana ya?" Orang yang anda tanya apakah dia pribumi atau pendatang kemungkinan akan menjawab sama "Solo mana ya Dik, ya ini Solo, adik di Solo ini" (Lalu anda mengangguk2 pura-pura paham atau malah kelihatan blo'on, terserah deh..hehe..)

Jadi penyebutan Surakarta lebih tepat untuk hal-hal yang bersifat Administratif atau Formal. Alasannya secara formal adanya Kodya Surakarta dan Eks-Karesidenan Surakarta ...bukan Eks-Karesidenan Solo. Terus untuk penyebutan Solo, mungkin lebih ke hal-hal yang sifatnya praktis dan bernuansa 'heritage'. Misal Solo Batik Carnival (SBC), Solo International Etnich Music (SIEM). Terus menyebut diri sebagai orang Solo juga dulunya sebagai identitas untuk membedakan dengan orang Jogja maupun Semarang.

Jadi bicara Solo sebagai wilayah geografis sudah susah ditemukan..Yang masih adalah Solo sebagai identitas pribadi dan suatu wilayah budaya. Jadi kalau anda punya teman meski di KTPnya tertulis Surakarta dia akan bilang "saya dari Solo mas"...

Namun perlu juga saya uraikan sedikit Sejarah. Pada mulanya Solo adalah nama desa di tepi sungai Bengawan Solo. Di desa inilah Raja Paku Buwono II memindahkan ibukota kerajaan Mataram setelah hancur oleh pemberontakan etnis Tionghoa pada tahun 1745. Dari sini kelak muncul istilah Surakarta (pada waktu itu disebut Salakarta; Ann Kumar, 1980).. Namun dari 51 desa di Kodya Surakarta saat ini tak ada satupun yang bernama desa Solo.

2. Lha Salatiga itu apanya Solo?
Salatiga bukan anak atau cucunya Solo. Keduanya beda banget, dikatakan mirip juga ga. Boleh dibilang mereka adalah tetangga yang akur, ga pernah berantem..hehe becanda...

Salatiga dan Solo jelas beda. Biasanya hanya orang yang benar2 dari luar Jateng dan luar Jawa yang agak bingung dengan ini. Atau semacam kebingungan asosiasi antara Solo dan Sala. Itupun karena patut diduga yang bersangkutan tidak menyimak pelajaran Geografi dengan baik atau dengan sengaja dan melawan hukum tidur di kelas waktu pelajaran. Salatiga adalah salah satu Kotamadya di Jawa Tengah. Sebagai gambaran jika anda pergi naek bis dari Solo ke Semarang anda akan melewati Salatiga. Secara arah Salatiga terletak di sebelah barat laut Solo. 

3. Bagaimana dengan Surakarta dan Kartasura.
Ini juga mirip kasus diatas. Bingung disini mirip dengan kebingungan begini "busines itu yang dobel s di tengah apa di belakang?" atau juga begini "tomorrow itu yang dobel m atau r ya?" Hayo ngaku suka lupa kan? Kartasura adalah bagian dari kota satelit (apa pula ini?) Surakarta. Kota satelit gampangnya adalah kota Penyangga, semacam megapolitan Jabodetabek. Surakarta dan kota-kota satelitnya (Kartasura, Solo Baru, Palur, Colomadu, Baki, Ngemplak) adalah kawasan yang saling berintegrasi satu sama lain.Perlu dicatat disini kota satelit itu bukan bagian wilayah secara administratif. Kota Kartasura misalnya secara administratif adalah bagian dari kabupaten Sukoharjo.

Secara geografis Kartasura berada di barat daya Surakarta. Kalau anda naek bis dari Jogja ke Solo anda akan melewati kota Kartasura sebelum sampai Solo.


Semoga uraian diatas menambah wawasan anda. Boleh disimpulkan Solo dan Surakarta itu seperti 2 muka dalam 1 koin. Solo dan Salatiga ibarat 2 koin. Surakarta dan Kartasura bagai 2 koin juga. Total 5 koin. hahaha

Diolah dari berbagai sumber.. Boleh dikoreksi kalau ada yang salah.