Apa yang terlintas di benak anda kala mendengar kata "PERTAMINA"? Mungkin ada yang langsung teringat bensin (premium),solar(diesel),pertamax, pertamax plus atau seperti Pretty Asmara yang saat ditanya wartawan Warta Pertamina (WP) menjawab dengan enteng "Pertamina ya Pom Bensin, iya Pertamina itu Pom Bensin" selorohnya ringan.
Pertamina barangkali memang identik dengan SPBU atau lebih populer dengan sebutan Pom Bensin di masyarakat kita. Tentu saja karena interaksi yang paling sering berkaitan dengan Pertamina adalah mengisi BBM di Pom Bensin, apakah itu premium atau solar. Jika tidak secara khusus mengunjungi situsnya di Pertamina.com atau membaca-baca berita tentang Pertamina dari koran atau majalah kita tidak akan tahu banyak tentang Pertamina.
TRANSFORMASI PERTAMINA
Salah satu perusahaan BUMN yang secara kasat mata sedang dan terus berbenah serta mempercantik diri baik secara citra maupun kinerja pada internal organisasinya adalah PT. Pertamnia (Persero). Perusahaan minyak yang telah berumur setengah abad lebih dua tahun ini sedang bertransformasi menjadi perusahaan minyak dunia dan siap menantang raksasa minyak sekelas Exxon atau Chevron sekalipun. Tentu saja ini adalah konsekwensi logis dari perdagangan bebas yang salah satunya menyerahkan harga minyak dalam negeri pada mekanisme pasar dan dicabutnya monopoli Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan minyak yang boleh beroperasi di Indonesia. Apa saja yang telah dilakukan Pertamina menghadapi tantangan global yang tak dapat lagi dibendung ini?
1. Ganti Logo

Pada 10 Desember 2005 menjelang maghrib secara resmi Pertamina telah mengganti logo lamanya (dua Kuda Nil mengapit Bintang Laut) dengan logo baru seperti tampak pada gambar disamping (sekilas mirip huruf P). Jangan dikira pergantian logo ini sederhana dan mudah. Selain menelan biaya yang tidak sedikit (mencapai 2,5 milyar rupiah) spontan juga menuai kritik dan protes yang bertubi-tubi dari berbagai pihak. Media massa beberapa hari sempat hot dengan berita ini, pro kontra pun menjadi headline pada sebagian besar surat kabar. Lebih dari itu penolakan juga datang dari pensiunan karyawan Pertamina sendiri yang bahkan menuntut Widya Purnama (Dirut Pertamina saat itu) untuk mundur. Masyarakat menilai pergantian logo sebagai penghamburan uang ditengah kesulitan masyarakat yang baru saja tergencet kenaikan harga BBM sementara eks karyawan menilai pergantian logo telah menghianati kerja keras mereka puluhan tahun mengenalkan brand kuda laut ke dunia. Lalu apa sebenarnya arti penting pergantian logo? Cuma logo?
Logo baru, huruf P-nya lancip bagaikan panah mengandung arti Pertamina akan melesat ke depan menjadi perusahaan dunia. Huruf P yang terdiri dari tiga potongan bidang itu punya tiga warna. Warna biru melambangkan andal, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab. Hijau artinya berwawasan lingkungan. Sedangkan merah melambangkan keuletan, ketegasan, dan keberanian menghadapi kesulitan.
Pertamina mengawali perubahan dengan mengubah logo, sesuatu yang tidak populer saat diputuskan tapi telah dipilih sebagai jalan pertama menghadirkan new spirit bagi perusahaan. Soal pro kontra adalah keniscayaan yang hampir terjadi terhadap semua hal. Kini harus kita akui logo Pertamina yang baru lebih cantik, trendi dan elegant. Lebih siap mendunia dan ga ribet..Nah
2. Membangun Citra Dengan Iklan

Masih ingat iklan ini? Seorang pria yang menolong seseorang yang mobilnya mogok namun dia menolak imbalan, lalu anak si pemilik mobil memberinya boneka dan lelaki itu menghadiahkan boneka tersebut untuk anaknya sesampai di rumah. Setelah melewati pro kontra soal pergantian logo, Pertamina mempercantik citranya dengan bombing iklan sepanjang tahun 2007 dengan tema-tema humanisme yang sangat menyentuh. Beberapa dari kita barangkali sempat menitikkan air mata melihat iklan-iklan Pertamina yang menggambarkan keindahan akan ketulusan, pengorbanan, berbagi, kasih sayang dan tentu saja kerja keras. Luar biasa. Beberapa iklan di bulan Ramadhan misalnya benar-benar menggugah spirit umat Islam. Barangkali kita masih ingat seorang montir yang mau menutup bengkelnya menjelang berbuka namun urung karena ada pria paruh baya datang menuntun sepeda motornya yang mogok. Atau pemuda santun penjaga SPBU yang tetap sabar dan santun menghadapi Pelanggan yang kurang bersahabat, lalu keduanya bertemu kembali di hari raya. Dalam hal ini Pertamina benar-benar telah mencuri hati rakyat Indonesia dan citra Pertamina terbangun dengan baik. Namun seperti sebelumnya saya bilang, pro dan kontra sudah pasti mewarnai. Soal iklan ini juga muncul suara-suara miring mempertanyakan besarnya biaya mengingat durasi yang relatif panjang-panjang. Lagi-lagi Pertamina tetap melaju. Go Pertamina.
3. SPBU (Pertamina) Pasti Pas
Pertengahan 2007 tepatnya tanggal 16 Juni Pertamina meluncurkan program barunya Pertamina Pasti Pas. SPBU Pertamina PASTI PAS! hanya diberikan kepada SPBU yang telah mendapatkan dan dapat mempertahankan audit sertifikasi oleh auditor internasional independen. Untuk mendapatkan sertifikasi PASTI PAS!, SPBU harus lolos audit kepatuhan standard pelayanan yang ditetapkan oleh Pertamina. Audit ini mencangkup standard pelayanan, jaminan kualitas dan kuantitas, kondisi peralatan dan fasilitas, keselarasan format fasilitas, dan penawaran produk dan pelayanan tambahan. Setelah mendapatkan sertifikat PASTI PAS!, SPBU akan tetap diaudit secara rutin.

Setelah berganti logo dan gencar beriklan inilah langkah nyata perbaikan layanan Pertamina dan dimulai dengan yang paling dekat dengan masyarakat (seperti saya sebut diawal tulisan) yaitu SPBU atau yang populer kita sebut Pom Bensin. SPBU Pertamina Pasti Pas menghadirkan pelayanan baru yang lebih ramah dan memberi kepuasan dengan layanan dan fitur tambahan gratis seperti air dan udara gratis serta WC yang bersih dan (tentu saja) gratis. Di SPBU Pertamina Pasti Pas kita tak akan bertemu petugas berpakaian sekenanya, WC kumuh, atau dicurangi soal takaran. Namun dalam pandangan saya beberapa hal dalam pelayanan cuma "hangat-hangat tahi ayam".. Beberapa kali saya menjumpai petugas SPBU tidak menunjukkan angka nol dan mengucapkan terima kasih. Padahal itu adalah salah satu standard layanan SPBU Pasti Pas.
4. Melangkah Menuju Perusahaan Kelas Dunia
UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas membuat peran "istimewa" Pertamina sebagai pengatur, operator tunggal, dan pengelola sumber alam di Indonesia berakhir. Kini berdasar Undang tersebut Pertamina hanya menjadi pemain biasa yang mesti bersaing dengan perusahaan asing sejenis di Indonesia. Apa langkah Pertamina?
PT Pertamina memasang target untuk menjadi perusahaan terbuka dalam tiga tahun ke depan. Padah tahap awal, Pertamina akan segera menjadi perusahaan terbuka yang tidak tercatat (non listed public company) pada tahun 2010 mendatang. Ini adalah langkah awal sebelum menjadi perusahaan publik yang sebenarnya yang ditarget nanti tahun 2013. Secara berurutan Pertamina mematok target menjadi perusahaan minyak nomor satu di Indonesia pada 2013, nomor satu di Asia Pasifik pada 2018, dan menjadi perusahaan nasional migas (national oil company) kelas dunia pada 2023.
Tentu saja langkah-langkah tersebut perlu kerja keras dan dukungan kita bersama. Kebutuhan bangsa akan bahan bakar sudah seperti kebutuhan tubuh manusia akan darah. Oleh sebab itu kebutuhan bangsa Indonesia akan perusahaan minyak seperti Pertamina mungkin seperti butuhnya kita terhadap jantung yang terus memompakan darah untuk energi kita. Maka semboyan baru Pertamina "Kerja Keras Adalah Energi Kita" sangatlah tepat dan dalam maknanya. Pertamina mengajak segenap anak bangsa untuk bahu-membahu bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuan dan energi kita agar mampu menjawab tantangan global.
HARAPAN MASYARAKAT
Kerja keras yang telah dilakukan Pertamina menjadi pelajaran berharga bagi kita semua akan pentingnya konsistensi, keteguhan prinsip dan tentu saja kerja keras itu sendiri. Namun apa yang telah dicapai Pertamina saat ini bisa menjadi sia-sia dan tidak berarti apa-apa serta membuang energi kita secara percuma jika tidak ada kesinambungan dan kontinuitas program serta evaluasi yang terus menerus. Mendengungkan slogan "Kerja Keras Adalah Energi Kita" tidak cukup tanpa menerjemahkan ke dalam aksi nyata dan mengimplementasikan dalam segala lini tata nilai perusahaan. Berikut ini adalah saya yang (mudah-mudahan) mewakili harapan masyarakat terhadap Pertamina kedepan.
1. Evaluasi Kontinyu Terhadap SPBU Pasti Pas
Ini penting karena tidak ada cara terbaik tetapi selalu ada cara yang lebih baik. Implementasi standardisasi pelayanan harus terus dipantau dan dievaluasi secara kontinyu agar kualitas dan image positif terus terjaga.
2. Memberi Perhatian Lebih Pada Bio-Fuel
Habisnya bahan bakar fosil adalah kepastian dan hanya soal waktu saja. Seruan hemat energi pada dasarnya hanyalah solusi sementara dan hanya berfungsi menunda masalah yang sebenarnya pasti akan terjadi yaitu krisis energi. Oleh sebab itu Pertamina perlu memberi perhatian lebih pada energi terbarukan (renewable energy) seperti bahan bakar nabati.
3. MenerapkanGCG
Sebagai The First from Top Ten BUMN, Pertamina akan menjadi rujukan dan referensi keberhasilan dalam menerapkan Good Corporate Governance. Fakta membuktikan bahwa praktik GCG di beberapa perusahaan BUMN maupun swasta telah mendorong perbaikan citra, pengembangan dan peningkatan nilai perusahaan di mata publik. Pada tahun 2002-2003
4. Membuat Blog Contest Lagi
Yang ini tentu saja harapan para blogger semata (ngarep). Namun jika ditilik lebih jauh Blog Contest semacam ini lebih efektif menjaring opini dan masukan daripada menyelenggarakan karya tulis ilmiah misalnya. Dengan blog contest sistem penilaian lebih adil dan transparan karena bukan hanya tim juri yang menilai tapi juga mbah google bahkan pengunjung.
Akhirnya Selamat Berkarya Pertamina!